Manusia tidak mungkin hidup tanpa makan. Dengan makan, manusia dapat menjaga kesinambungan hidupnya, memelihara kesehatan, dan menjaga kekuatannya. Namun, bagi seorang muslim khususnya terdapat etika/adab yang telah di atur berdasarkan Al – Quran ataupun hadis . Melaksanakan adab tersebut dapat menghasilkan keberkahan, membentuk karakter, mengetahui bagaimana cara merendahkan diri, merealisasikan perasaan syukur, menjauhkan diri dari syetan, serta dapat membangkitkan rasa kasih saying di antara sesame manusia.

Berikut adalah adab-adab makan menurut islam.

1.             Mencuci tangan sebelum dan setelah makan

“Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Ahmad, no. 7515, Abu Dawud, 3852 dan lain-lain, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)

Berdo’a sebelum makan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan, maka hendaklah dia mengucapkan “Bismillah” (Dengan nama Allah), dan bila dia lupa diawalnya hendaklah dia mengucapkan “Bismillah fii awwalihi wa akhirihi” (Dengan nama Allah di awal dan diakhirnya).” {Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/167 no. 1513 oleh Asy-Syaikh Al-Albani}

2.             Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)

3.             Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)

Inilah lafadznya,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”

Atau bisa pula dengan doa berikut,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَنْدًا كثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَ لاَ) مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنَيً عَنْهُ رَبَّناَ

“Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.” (HR. Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507)

4.             Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

5.             Menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri

Sumber: ideasinspiringinnovation.wordpress.com

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.” {HR. Muslim}

6.             Makan dari arah pinggir dan memakan makanan yang berada di dekat kita

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Wahai anak! Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada disekitarmu (didekatmu).” {HR.Al Bukhari dan Muslim}

“Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.” (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad, 2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805)

7.             Makan dan minum sambil duduk

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775 dll)

8.             Larangan bernafas dan meniup air minum

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk mengambil nafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

9.             Tidak mencela makanan

Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)

10.         Terlebih dahulu mencicipi buah-buahan

Sebagian ulama menyebutkan hl ini dan berdalil dengan firman Allah.

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging brung dari apa yang mereka inginkan.”(QS: Al-Waaqi’ah: 20-21)

Sebagian ahli medis menyebutkan bahwa hal itu lebih bermanffat untuk kesehatan badan dan lebih memudahkan proses pencernaan.

11.         Mengunyah makanan dengan baik

Ini merupakan adab yang harus tetap dipelihara. Sebab, menelan makanan yang tidak dikunyah dengan baik dapat menimbulkan efek negatif dan dapat mengganggu kesehatan, terlebih kesehatan lambung kita. Demikian juga halnya jika makanan tidak dikunyah dengan baik, maka makanan tidak akan tercerna dengan baik dan dapat menyebabkannya berlebih dalam makan.

12.         Memperkecil suapan

Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu orang yang makan bersamanya, disebabkan ia telah menyantap bagian orang lain sehingga membuat mereka jengkel serta menuduhnya sebagai orang yang rakus.

13.         Tidak tergesa-gesa ketika makan

Terkadang ada orang yang sedang mengunyah makanan sementara di tangannya sudah ada makanan lain yang ia siap sapkan ke mulutnya, sebelum ia mengunyah dan menelan makanan di mulutnya. Ini adalah ciri-ciri orang yang rakus, serta hal ini mengganggu orang-orang yang makan bersamanya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya makan dengan santai dan mengunyah makanan dengan baik. Janganlah ia mengambil makanan lain hingga ia selesai mengunyah dan menelan makanan tersebut.

14.         Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

15.         Berdo’a sesudah makan

“Sesungguhnya Allah betul-betul ridha terhadap seorang hamba yang memakan makanan, kemudian memuji-Nya dan yang meminum minuman lalu memuji-Nya.” {HR. Muslim}

Doa sesudah makan (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Shahih):

الْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلِ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ

16.         Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.

17.         Tidak makan menggunakan bejana emas dan perak

Makan dengan menggunakan bejana emas dan perak merupakan perbuatan yang diharamkan Allah swt. Sebab, didalamnya terkandng perbuatan yang berlebihan, pemborosan, serta sikap sombong atas nikmat yang ia dapatkan. Hal ini juga dapat membuat hati fakir miskin semakin menderita ketika melihat pemandangan tersebut.

Rasulullah swt bersabda:

“Orang yang minum dengan menggunakan bejana yang terbuat dari perak, berarti ia telah menuangkan api neraka jahannam ke dalam perutnya.”

RAsulullah saw juga bersabda:

“Janganlah kalian minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak, jangan makan di piring emas dan perak, dan jangan memakai kain sutra tipis dan tebal. Sebab, benda tersebut untuk mereka (orang kafir) di dunia dn untuk kalian di khirat nanti.”

18.         Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.

19.         Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.

20.         Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.

Dari berbagai sumber