Tahukah anda, bulan ramadhan memiliki sebutan lain juga. Tiap nama memiliki arti yang berbeda-beda. Berikut adalah ulasannya.

1.             Bulan Kesabaran (Syahrush-Shabri).

Bulan Ramadhan dinamakan pula Bulan Kesabaran, karena bulan Ramadhan merupakan bulan untuk mendidik, melatih, dan menempa pribadi muslim agar selalu bersifat sabar. Yakni, bersabar dalam menunaikan ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan sabar ketika ditimpa musibah, supaya dirinya menjadi orang yang beruntung. Sebagaimana firman-Nya:

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (QS. Fushshilat  : 34-35)

2.             Bulan Pendidikan (Syahrut-Tarbiyah).

Karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga. Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.

3.             Bulan Jihad (Syahrul Jihad).

Dinamakan demikian karena pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadan dan itu semua dimenangi kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktivitas kita.

4.             Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an).

Al –Qur’an petama sekali diturunkan pada bulan Ramadan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Alquran sehingga kita paham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya.

5.             Bulan Kebersamaan (Syahrul Ukhuwah).

Pada bulan ini kita merasakan sekali ukhuwah di antara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di masjid/musalah untuk melakkukan salat berjamaah. Dan di antara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita.

6.             Bulan Ibadah (Syahrul Ibadah).

Bulan Ramadhan disebut juga dengan bulan ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah di samping ibadah wajib seperti salat sunnah Dhuha, Rawatib dan Tarawih ataupun qiyamullail serta tadarusan Al –Qur’an.

7.             Bulan Allah (Syahrullahi).

Kenapa? Karena hanya Allah lah yang memberi bulan Ramadhan hanya kepada umat muslim saja. Umat muslim diberi keistimewaan bulan dimana segala kebaikan terkandung di dalamnya. Dan ini khusus Allah yang memberikannya.

8.             Bulan Berpuasa (Syahrush-Shiyam).

bulan diwajibkannya berpuasa bagi orang-orang yang beriman. Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala (kepada Allah), maka diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

9.             Bulan ‘Ied (Syahrul ‘Ied).

Tentu saja,karena di akhir bulan Ramadhan kita akan mengahdapi bulan Syawal yang “dibuka” dengan adanya Shalat Ied.

10.         Bulan Tilawah (Syahrut Tilawah).

Ini jelas, karena Allah memberi keistimewaan bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan.

11.         Syahrun Najah.

Syahrun Najah atau Bulan Sukses atau Bulan Pembebasan. Disebut begitu karena merupakan bulan dibebaskannya dari adzab api neraka. Rasulullah SAW bersabda, Tiada seorang hamba pun yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan dengan puasa satu hari itu Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12.         Bulan Penuh Kasih (Syahrur Rahman).

Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.”

Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar.

13.         Bulan Penuh Nikmat (Syahrul Ala’i).

Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat, artinya bulan dimana Allah membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebar, sehingga peluang untuk memperolehnya sangat besar di bulan ini. Bulan Ramadhan adalah bulan diterimanya amal perbuatan; bulan pengampunan dosa; bulan keterbebasan dari api neraka. Jadi bulan ini benar-benar peluang yang sangat besar bagi orang-orang beriman untuk meraih bekal sebanyak mungkin; baik bekal berupa pahala amal ibadah, karena bulan ini merupakan bulan diterimanya amal ibadah dengan pahala berlipat ganda, maupun bekal berupa ampunan dosa, karena bulan ini merupakan bulan pengampunan dosa.

14.         Bulan Pertolongan (Syahrul Muwasah).

Bulan Ramadhan juga adalah bulan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang berhajat atau memerlukan pertolongan. Salah satunya karena Allah memberika berkali-kali lipat pahala bagi orang yang berbuat kebaikan di bulan Ramadhan. Jadikan Ramadhan sebagai sarana saling tolong menolong dalam kebaikan. Ok.

15.         Bulan Memberi (Syahrul Jud).

Bulan untuk meraih keikhlasan dengan cara memperbanyak sedekah, memberi bantuan kepada fakir miskin, menginfakkan sebagian harta dan telah dikaruniakan Allah kepadanya, dan lainnya. Dalam sebuah hadits disebutkan: Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan Ramadhan, bulan di mana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemui beliau setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW ketika ditemui oleh Jibril beliau lebih pemurah dengan kebaikan melebihi angin yang kencang. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

16.         Bulan Kemenangan (Syahrul Fath).

Jika kita mencapai kesuksesan dalam menjalankan berpuasa  di bulan Ramadhan, maka kita akan mencapai kemenangan. Dalam artinya, kita akan menjadi manusia baru yang lebih baik seperti transformasi ulat menjadi kupu-kupu yang indah.

17.         Bulan Penunjuk (Syahrul Huda).

Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi manusia untuk membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran batin. Bulan ini benar-benar diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya sebagai bukti rahmat Allah yang Maha Luas, dalam rangka membantu manusia menemukan keutmaan-keutamaannya. Mereka yang benar-benar memahami posisi mulia bulan suci ini, dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, jelas akan merasakan sedih dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Karena ia merasakan bahwa di bulan inilah ia mendapatkan kedekatan yang sedemikian nyata dengan rahmat Allah swt.

18.         Bulan Pengampunan (Syahrul Ghufran).

Ramadhan sebagai Syahrul Ghufran (bulan penuh ampunan), pada bulan Ramadhan ini dimudahkan pintu pengampunan dan pembebasan dari api neraka.

Hadist dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rosullullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul” (HR. Ibnu Majah)

Hadist lain yang diriwayatkan Turmudzi. “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya” .

Jika kita umpamakan bulan Ramadlan sebagai kelas dimana kita dididik dan digembleng untuk meningkatkan pengetahuan, maka setelah kita menyelesaikan kelas tersebut, maka seharusnyalah kita keluar dengan bekal pengetahuan baru, dan bertindak serta bertingkah laku sesuai dengannya. Bahkan sudah seharusnya pula kita semakin mengembangkan pengetahuan tersebut dan meningkatkannya. Selama bulan Ramadlan, kita telah terbiasa dengan menahan lapar dan haus; maka setelah Ramadlan pun kita mesti tetap mempertahankannya dan menjaga diri kita dari makan minum berlebihan, bahkan kita mesti tetap membiasakan diri menahan lapar dan dahaga.