kotak sabun

Suatu ketika sebuah perusahaan consumer goods yang memproduksi sabun mandi mendapat keluhan dari konsumen. Konsumen tersebut mengeluh karena kotak sabun yang dibelinya dalam keadaan kosong, tanpa sabun. Agar hal ini tidak terulang kembali, maka pimpinan perusahaan membentuk 2 buah tim. Kedua tim tersebut bertugas memperbaiki sistem produksi agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali.

Tim pertama mengajukan konsep penggunaan suatu alat canggih yang dilengkapi sinar X. Alat tersebut akan dipasang pada jalur produksi sehingga apabila terdapat kotak sabun yang masih kosong akan segera terdeteksi. Investasi yang diperlukan untuk membeli alat tersebut sangat mahal.

Tim kedua mengajukan konsep penggunaan kipas angin. Kipas angin?! Ya, kipas angin. Sama dengan konsep tim pertama, kipas angin akan diletakkan pada jalur produksi untuk mengetahui apabila terdapat kotak sabun yang masih kosong. Apabila terdapat kotak sabun yang kosong, maka kotak tersebut akan terbang karena tertiup angin yang berasal dari kipas tersebut. Berbeda dengan konsep pertama, investasi yang diperlukan untuk membeli kipas angin relatif sangat murah. Luar biasa!

Masalah yang dihadapi kedua tim di atas tidak berbeda. Perbedaan di antara mereka adalah cara mereka berpikir. Tim kedua telah menggunakan alur berpikir out of the box, sederhana, dan di luar kebiasaan.

Mari berpikir out of the box!

Sumber : http://nmafif.wordpress.com/2010/09/07/kotak-sabun-berpikir-out-of-the-box/